Wednesday, February 27, 2008

Arc de Triomphe

Akhirnya model pertamaku uda selesai, meski ga begitu perfect but it's good enough for me. Jadi semangat lagi untuk bikin yang lebih ada challenge-nya. Tunggu aja model2 berikutnya.



Arc de Triomphe

Tuesday, February 26, 2008

Paper model


Minggu - minggu ini sibuk banget abis pulang kerja untuk kerjain hobi baru , paper model ato sering disebut papercraft. Untuk model pertama cobain model yang simpel ternyata mayan rumit karena part-nya kecil n pasangnya ada yang salah sedikit. Mencoba salahin manualnya :). Ini model pertama yang mau aku bikin Arc de Triomphe.

Meski dengan alat belum lengkap dan baru beli minggu kemarin, hobi ini cukup menarik dilakukan disela2 kesibukan. Berikut alat2 yang aku punya, beserta harganya. Sorry klo harganya salah soalnya yang inget biasanya Dinda :p :
1. Printer Epson C90 (470rb) untuk ngeprint model
2. Paperline 100gsm (32rb) untuk modelnya
3. Lem Fox stick (5rb) buat ngelem
4. Kuas kecil (5rb) buat ngelem biar rata
5. Gunting (6rb) potong2 model
6. Cutter (6rb) potong2 model juga
7. Cutter matt (30rb) alas buat pas cut model pake cutter
8. Penggaris besi (13rb) buat garis pas motong model
9. Bolpen tanpa isi (gratis) buat tandain lipatan biar mudah dilipat
10. Tusuk gigi (gratis) buat ngelem part yang kecil

Yang masih belum punya :
1. Pinset buat pegang part yang kecil2
2. Pencabut bulu ketek buat bantuin pas ngelem part yang kecil
3. Pilox buat finishing model biar awet dan bagus
4. Mika buat chasing model yang uda jadi
5. Karton buat alas model yang uda jadi

Tunggu aja ya hasil my first model

Friday, February 22, 2008

Dua Manusia Super

Dua Manusia Super

Siang ini 6 February 2008, tanpa sengaja, saya bertemu dua manusia super. Mereka mahluk mahluk kecil, kurus, kumal berbasuh keringat. Tepatnya di atas jembatan penyeberangan SetiaBudi, dua sosok kecil berumur kira kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue di ujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar-lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan "Terima kasih Oom !" Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk ke arah mereka.

Kaki-kaki kecil mereka menjelajah lajur lain di atas jembatan, menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi lagi sayup-sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tempat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok di sudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta. Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu, duapertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan.

Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum di wajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang menggayut langit Jakarta.

"Terima kasih ya mbak ... semuanya dua ribu lima ratus rupiah!" tukas mereka, tak lama si wanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah.
"Maaf, nggak ada kembaliannya ... ada uang pas nggak mbak ?" mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.
"Oom boleh tukar uang nggak, receh sepuluh ribuan ?" suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka. Sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah.
"Nggak punya!", tukas saya. Lalu tak lama si wanita berkata
"Ambil saja kembaliannya, dik !" sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya ke arah ujung sebelah timur.

Anak ini terkesiap, ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti, lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Si wanita kaget, setengah berteriak ia bilang
"Sudah buat kamu saja , nggak apa..apa ambil saja !", namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut.
"Maaf mbak, cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !"

Akhirnya uang itu diterima si wanita karena si kecil pergi meninggalkannya.
Tinggallah episode saya dan mereka. Uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya dan berujar
"Om, bisa tunggu ya, saya ke bawah dulu untuk tukar uang ketukang ojek !"
"Eeh ... nggak usah ... nggak usah ... biar aja ... nih !"
saya kasih uang itu ke si kecil, ia menerimanya, tapi terus berlari ke bawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek. Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya,
"Nanti dulu Om, biar ditukar dulu ... sebentar."
"Nggak apa apa, itu buat kalian" lanjut saya.
"Jangan ... jangan oom, itu uang oom sama mbak yang tadi juga" anak itu bersikeras.
"Sudah ... saya ikhlas, mbak tadi juga pasti ikhlas !", saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari ke ujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat.

Secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari kearah saya.
"Ini deh om, kalau kelamaan, maaf ..".
Ia memberi saya delapan pack tissue.
"Buat apa ?", saya terbengong
"Habis teman saya lama sih oom, maaf, tukar pakai tissue aja dulu".
Walau dikembalikan ia tetap menolak.

Saya tatap wajahnya, perasaan bersalah muncul pada rona mukanya. Saya kalah set, ia tetap kukuh menutup rapat tas plastic hitam tissuenya. Beberapa saat saya mematung di sana, sampai si kecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu, dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah.

"Terima kasih Om !"..mereka kembali keujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan,
"Duit mbak tadi gimana ..?" suara kecil yang lain menyahut,
"Lu hafal kan orangnya, kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin .......".

Percakapan itu sayup sayup menghilang, saya terhenyak dan kembali ke kantor dengan seribu perasaan.

Tuhan ......
Hari ini saya belajar dari dua manusia super, kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh, mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra, mereka tahu hak mereka dan hak orang lain, mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang tissue.

Dua anak kecil yang bahkan belum baligh, memiliki kemuliaan di umur mereka yang begitu belia.

YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO
Engkau hanya semulia yang kau kerjakan.

Sumber: Unknown (Tidak diketahui)

The Art of Loving

The Art of Loving

"What a grand thing, to be loved. What a grander thing still, to love."
Victor Hugo

Alkisah, ketika manusia diciptakan, Tuhan mempunyai rencana indah. Hati yang ditaruh dalam diri setiap manusia tidak lengkap. Ada yang hanya separuh, ada yang sepertiganya saja, tetapi ada juga yang nyaris penuh.

Sisanya yang lain, justru sengaja dibuat berkeping-keping dan ditaruh dalam diri manusia yang lainnya. Baru setelah itulah, manusia dikirim ke muka bumi. Dan inilah yang kemudian menjadi tugas manusia. Yakni mencari dan mendapatkan kembali kepingan hatinya justru melalui hubungan dan perhatiannya kepada orang lain. Mereka yang terobsesi mencari pada dirinya saja akan sia-sia.

Namun, inilah permainan yang menarik, melalui cinta dan perhatian kita pada orang lainlah, maka hati kita menjadi utuh kembali. Menariknya pula, kita tidak pernah tahu siapa yang menyimpan kepingan hati kita. Kita hanya bisa mencoba dan berusaha. Kita harus ingat bahwa kita pun menyimpan kepingan-kepingan hati orang lain yang harus kita berikan kepada orang yang layak mendapatkannya. Inilah bagian dari 'seni mencinta' bagi manusia di dunia.

Pembaca, minggu ini adalah minggu di mana kita merefleksi akan pentingnya cinta sebagai salah satu motivasi besar untuk kehidupan kita. Minggu di mana kita merayakan Valentine Day, hari kasih sayang. Suatu penelitian soal cinta yang menarik dari majalah Psychology Today pada 2002 mengatakan bahwa jiwa kita membutuhkan cinta, sama seperti halnya tubuh kita membutuhkan oksigen. Mereka yang kekurangan cinta cenderung akan menjadi mudah depresi.

Bahkan, dikatakan bahwa cinta adalah obat anti-depresant terbaik di dunia! Realita justru menemukan bahwa mereka yang gampang depresi tidak mudah untuk mencintai, baik diri mereka sendiri maupun orang lain. Mereka ini jadi sangat berpusat pada diri mereka sendiri. Namun, inilah yang justru menyebabkan mereka dijauhi orang.

Cinta merupakan seni penting dalam kehidupan kita. Bukan pada manusia saja, bahkan bagi hewanpun, cinta merupakan kunci kehidupan penting. Beberapa penelitian dengan kucing menunjukkan bahwa kucing-kucing yang selama tiga bulan pertama tidak pernah bersentuhan dengan induknya atau manusia, akhirnya akan menjadi kucing liar.

Beberapa penelitian lain dengan bayi manusia menunjukkan bahwa anak- anak yang jarang bersentuhan dengan ibunya menjadi lebih kurang merasa aman serta kurang terbuka dalam mengekspresikan perasaannya kepada orang lain.

4 Tip cinta

Sayangnya, berbagai film dan cerita romantik membuat kita agak kacau memahami soal cinta. Karena itu ada beberapa landasan penting soal cinta, yang perlu kita bangun kembali.

Pertama, mari bedakan antara cinta dan sensasi. Cinta adalah sesuatu yang lama serta mendalam, sedangkan sensasi hanya sesaat. Banyak orang berusaha mencari ke sana ke mari untuk mendapatkan cinta yang spektakuler, yang menyebabkan hidupnya jadi bertualang dari satu orang ke orang lain. Pada dasarnya ini bukanlah cinta, tetapi sensasi.

Hal ini sering jadi penyakit orang-orang terkenal yang ditampilkan dalam berita-berita seputar para selebritas. Saya masih ingat pernah terkagum-kagum dengan perkawinan spektakuler seorang artis dengan pria bule yang kaya dan tampan.

Perkawinannya pun dibuat sangat romantis, pokoknya sempurna. Saat ditanya wartawanpun dia berkata, "Saya yakin telah menemukan cinta sejati saya. Saya merasa dialah soulmate saya". Namun, kenyataannya, beberapa tahun kemudian cinta si artis itu pun meluntur. Konon si artis ini menemukan pria tambatan cintanya yang lain. Mereka pun bercerai. Hal ini lantas memberikan kita pelajaran yang menarik.

Karena itulah kita melihat cinta bukanlah sekadar pesta meriah, cinta juga bukanlah hanya hadiah luar biasa, atau peristiwa yang spektakuler. Bahkan, jauh dari itu, cinta adalah sesuatu yang wajar, mendalam, menyentuh relung hati yang paling dalam, rasional serta membutuhkan komitmen panjang.

Bandingkan dengan kisah cinta artis pop Celine Dion yang pada 2000 memutuskan mundur sementara dari panggung musik, karena suaminya Rene Angelil menderita kanker. Beberapa tahun, dia bahkan hanya menghabiskan waktu merawat suaminya. Padahal, tentu saja Celine Dion bisa meneruskan karirnya atau bahkan mencari pria lain, sekalipun. Namun, inilah bukti cinta yang dia perjuangkan demi orang yang dicintainya. Maka, rasanya sangat pantaslah kalau Celine Dion melantunkan lagunya The Power of Love. Dia bukan hanya menyanyikan, tetapi juga membuktikannya.

Kedua, cinta bukanlah proses yang pasif. Banyak film dan cerita novel yang seolah-olah mengajari bahwa cinta adalah sesuatu yang kebetulan dan orang hanya menunggu ketika momennya tiba.

Berbalikan dengan semua ini, majalah Psychology Today justru meneliti bahwa mereka yang sehat hubungannya dengan pasanggannya bukanlah yang pasif, tetapi yang justru aktif memberi dan membagikan kasih sayangnya. Sebaliknya, mereka yang depresi lebih sering menunggu dan
pasif dalam hal mengekspresikan perasaan ataupun kasih sayangnya.

Tidaklah mengherankan kalau dalam kesimpulan majalah Psychology Today tersebut dikatakan bahwa cinta adalah suatu keterampilan yang sangat penting untuk dipelajari. Saatnya kita belajar juga seni mencintai dan belajar secara aktif memberikan kasih kita kepada orang-orang
sekeliling kita, maka kita pun akan mendapatkannya dalam bentuk balasan berkali-kali lipat.

Ketiga, cinta bukanlah bisnis. Banyak orang mencintai dengan harapan akan mendapat balasan tertentu. Akibatnya, saat tidak mendapatkan apa yang diharapkan, orang menjadi mudah kecewa. Begitu pula, ada beberapa orang yang melakukan tuntutan atas nama cinta. "Kalau kamu mencintai, kamu pasti mau begini..." Ini adalah bentuk manipulasi cinta dan ini bukanlah cinta tetapi sebuah transaksi. Dalam cinta yang sesungguhnya kita tidak lagi hitung-hitungan. Bahkan ada banyak kisah di mana justru jika dihitung-hitung secara bisnis, cinta ini merugikan. Namun, ganjarannya adalah kebahagiaan dan inilah yang tak terukur dengan uang.

Keempat, perasaan cinta pun menyehatkan secara fisiologis. Perasaan cinta ternyata menghasilkan suatu zat oksitoksin yang sangat berguna bagi tubuh kita. Zat inilah yang membuat kita merasa nyaman, hangat dan ceria terus. Beberapa obat-obatan terlarang juga menghasilkan zat- zat dengan efek yang mirip. Beberapa penelitian dengan pasangan tua yang banyak memberikan pelukan dan mengungkapkan rasa kasih sayangnya, menunjukkan jumlah zat oksitoksin yang lebih banyak dalam kandungan darah mereka.

Begitu juga anak-anak yang sering mendapatkan pelukan dan ciuman dari orang tuanya, mempunyai kandung oksitoksin yang lebih tinggi. Yang membuat mereka lebih tidak mudah depresi, lebih ceria dan lebih bahagia dalam hidupnya.

"Kata adalah senjata"
(Subcomandante Marcos, pejuang Zapatista Brazil)

Sumber: The Art of Loving oleh Anthony Dio Martin, Director HR Excellency

Sunday, February 17, 2008

My 26th


Tanggal 16 Februari 2008, aku genap 26 tahun. Sekedar pesta kecil dirumah untuk merayakan bersama my new family :).

Pesta sederhana dengan kue dan ayam bakar tapi cukup berkesan dan cukup rame juga. Kasian uda pada dateng ke ciputat yang macet dan penuh sesak. Jadi makasih buat semua yang uda dateng

Kado2 juga ada :D dari teteh dan tetangga, sekalian kado hadiah merit aku dan Dinda

Make a wish, selalu harus ada dalam kesempatan langka itu. Yang pasti aku selalu pengen yang terbaik buat aku dan orang2 terdekat aku. Thank buat Dinda yang uda rancang semuanya dan alhamdulillah berjalan lancar.

Buat yang ga dateng silahkan liat2 di albumnya :)... My 26th Birthday

Saturday, February 2, 2008

Mohon Do'a Restu

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatu...
Bismillahirrohmannirohim....

Maha suci Allah yang telah mempertemukan kami berdua untuk berbagi cinta, harapan dan

kehidupan dalam ikatan pernikahan yang suci yang akan dilangsungkan antara :

Yuni Rahmawati, SE (Yuni)
Putri ketiga Kel.H Engkus Thamrin

dengan

Jajang Kavita, ST (Jajang)
Putra pertama Kel. Setat Arip

Dengan Memohon Ridho serta Rahmat Allah SWT, kami bermaksud melangsungkan pernikahan kami, yang insyah akan dilangsungkan pada :

Akad Nikah :
Hari Minggu, 10 Februari 2008
Pukul. 08.00 WIB - selesai
Bertempat di Wisma Sunyaragi
Jl.Evakuasi No.65 Cirebon

Resepsi :
Hari Minggu, 10 Februari 2008
Pukul. 11.00 - 15.00 WIB
Bertempat di Wisma Sunyaragi
Jl.Evakuasi No.65 Cirebon

Kesan mendalam akan terukir dihati kami serta ucapan terima kasih dari hati kami yang tulus apabila teman - teman sekalian berkenan hadir untuk memberikan do'a restu buat kami berdua.

Wassalamualaikum warohmatullah wabarohkatu.


Denah Lokasi